Powered By Blogger

Selasa, 20 Januari 2015

Cerita Cinta Ugick



PTHT Patah Tumbuh Hilang Terganti

Pagi menyapa dengan jantung penuh debar, saat itu aku sedang duduk bersama puluhan orang asing yang tak ku kenali, ruangan yang berbentuk persegi  itu di penuhi orang-orang terpilih yang di utus oleh masing-masing sekolah, tujuannya adalah untuk bergabung dengan sebuah organisasi.  Organisasi itu adalah HIMPRATA yang merupakan Himpunan Mahasiswa/i Pelajar Aceh Tamiang, untuk menjadi penerus yang baik.
Semua mata tertuju dan terfokus pada satu sumber suara yang menjelaskan tentang Organisasi itu, namun tidak dengan sepasang mataku, juga sepasang mata seseorang yang tak ku tau namanya. Seorang laki-laki sebaya denganku terlihat sedang memperhatikanku dengan mata lembut. Setiap sepasang mataku membalas tatapan itu, maka perhatiannya langsung di alihkan ke arah lain. Entah apa yang salah padaku. Bukankah aku tak mengenalnya. Lantas  mengapa ia memperhatikanku hingga sedemikian.
Panitia di organisasi itu mengharuskan semua peserta untuk saling mengenal satu sama lain, tiba saatnya giliran aku memperkenalkan diri, setelah semua orang tau bahwa namaku adalah UGIK, aku di persilahkan duduk kembali, kemudian selanjutnya laki-laki yang dari tadi memandangiku maju kedepan dan berlaku sama seperti peserta lain, yaitu memperkenalkan diri, dan baru ku tau namanya adalah RAMA, lantas mengapa ia meperatikanku dari tadi?, perhatiannya telah membuatku salah tingkah tidak karuan.
Setelah perkenalan dan semua materi juga telah di susun, saatnya kami harus berbagi kamar yang akan kami tempati selama 3 hari, wanita dan pria di pisahkan ruangannya, namun tetap tidak terlalu jauh agar memudahkan kami untuk tetap berintraksi satu sama lain. Tempat itu terlalu senyap, maklum saja, karna bangunannya merupakan bangunan yang sangat jarang di huni. Beberapa peserta lain ada yang melihat makhluk-makhluk aneh bahkan ada juga yang kesurupan, tempat itu memang terkesan angker dan menakutkan.
Aku mulai akrab dengan Rama, namun sayang 3 hari telah berlalu, pelaksanaan organisasi itu selesai, Semua peserta HIMPRATA telah sah menjadi anggota. Kami kembali kesekolah dan meninggalkan tempat itu dengan membawa sertifikat HIMPRATA, senang karena telah menjadi anggota HIMPRATA namum sedih karena harus berpisah dengan teman baru yang bernama Rama. Kedekatan kami hanya sebatas Organisasi saja, tapi setelah sampai di rumah, Rama langsung mengabariku lewat SMS yang isinya adalah “ini aku Rama, kapan2 kita jumpa lagi ya!! dan Kalo boleh aku pengen main2 kerumah kamu kalo kangen, oiya, jangan lupa di simpan ya nomor aku”,. Senang bisa kenal dengan Rama, selain asik, Rama adalah cowok manis dan juga pintar, siapa saja pasti akan senang berteman dengannya.
Empat Bulan Berlalu, aku hilang kabar tentang Rama dalam empat bulan itu, namun Allah mempertemukan kami lagi, tiba-tiba Rama datang kerumahku bersama Nata, Nata adalah salah seorang anggota HIMPRATA yang sangat dekat dengan Rama, dua orang laki-laki yang sangat bersahabat itu memang seperti air dengan laut yang selalu bersama. Entah dari mana mereka tau rumahku, seingatku Rama hanya ku beri tahu alamatku saja, dan itu sudah beberapa bulan lalu, ingatan rama memang paten, tak sepertiku yang pelupa.
Hari demi hari aku dan rama semakin dekat, malah aku lebih dekat dengannya daripada dengan Faza pacarku sendiri, dan akhirnya aku dan Rama jadian, tapi sebelum jadian aku memutuskan untuk  putus dengan Faza dan pindah ke hati Rama, karena Rama adalah laki-laki yang sangat aku cintai. Namun sayang, kedekatan kami harus terpisah oleh jarak, aku di tugaskan untuk melaksanakan PSG di Binjai Sumatra Utara, PSG adalah Peraktek Sistem Ganda yang harus di laksanakan oleh setiap anak Sekolah Menegah Kejuruan sepertiku. Jarak antara Binjai Smatra Utara dengan Aceh Tamiang tidaklah dekat, membutuhkn waktu kurang lebih 3-4 jam perjalanan, oleh karena itu aku terpaksa harus tinggal di rumah kos-kosan selama 3 bulan saat menjalankan tugas sekolah.
Aku jarang pulang kerumah, bahkan selama melaksanakan tugas sekolah, aku hanya pulang 2 kali dan selebihnya hanya di kos saja, aku terfokus dengan PSGku saja waktu itu,  tapi hubungan aku dengan Rama tetap baik-baik saja, setiap luang waktu yang ku punya selalu ku tuangkan untuk pacarku Rama. Tiga bulan sudah berlalu, aku telah menyelesaikan tugasku dengan nilai bagus.
Aku sangat menyayangi Rama, dan memberikan kepercayaan penuh padanya, akibatnya Rama semakin tak menghargaiku, aku memang sangat jarang bertemu dengannya, selama ini kami hanya berkomunikasi melalui handpone saja. Baru sebulan aku di rumah, Rama ketahuan selingkuh di belakangku, selingkuhannya adalah teman Facebook ku sendiri. Waktu itu aku sangat terpukul, air mata tak terbendung rasanya. Tapi aku sadar menangis adalah tindakan yang membuat para cowok playboy merasa di rebuti bidadari bumi, aku kecewa dengan Rama,  sangat kecewa, hatiku bagai di pentung palu dan di tusuk paku-paku tumpul, aku biarkan dia hingga berhari-hari. Tujuannya adalah supaya dia merasa kehilanganku, selain itu aku juga bisa lebih tenang dalam mempersiapkan hati untuk menghaapi Rama. Hingga akhirnya dia menghubungiku dan meminta maaf dengan semua salahnya padaku. Aku tak mau peduli, dimataku sekarang Rama adalah satu-satunya orang yang paling berkhianat dan tidak boleh dimaafkan kesalahannya. Aku sangat marah padanya, rasanya ingin sekali datang padanya dengan membawa segunung batu bata dan melempar batu bata itu kewajahnya hingga ia terkubur dan mati di dalamnya.
Lagi-lagi dia menghubungiku, aku masih teringat pada saat Tujuh hari lalu ketika aku mengetahui bahwa ia selingkuh, dan lagi-lagi hatiku bagai teriris pisau yang berkarat, dan aku sadar, aku gak boleh seperti ini terus, aku harus siap menghadapi cinta yang pahit ini, selama ini aku jarang makan dan susah tidur hanya gara-gara Rama yang bajingan itu, bahkan sekolah ku juga sempat terganggu gara-gara Rama. Aku tetap tidak akan menghubungi Rama lagi sampai sakit hatiku terobati, maaf darinya tidak akan cukup untukku. Aku angkat telpon dari Rama dan bilang padanya bahwa aku tidak mau di ganggu olehnya.
Dua hari lagi ada acara besar yang di laksanakan secara resmi di sekolahku, yaitu acara pelepasan kakak kelasku. Acara perpisahan anak kelas Tiga sudah dari dua minggu lalu di persiapkan, kebetulan aku di tunjuk sebagai Emsi tunggalnya, aku satu-satunya orang yang di percaya untuk menjadi Protokol pada acara itu. Aku tidak yakin untuk tampil kedepan membar dan di lihat oleh ratusan orang yang hadir di acara itu, apalagi dengan suasana hati yang sangat hancur ini. “Ya Allah bantu aku dalam menghabiskan waktumu agar dapat berjalan dengan lancar,”. Saat itu aku hanya dapat berdoa dan tetap latihan menyambut hari H acara perpisahan nanti. Sebelumnya aku sempat menolak dan meminta agar di gantikan oleh orang lain yang lebih siap, tapi apa boleh buat sepertinya memang aku yang harus maju.
Satu hari sebelum acara itu dimulai Rama menghubungiku lagi, ia bilang padaku bahwa ia akan melakukan apa saja yang aku mau, agar aku dapat memaafkannya dan kembali padanya lagi. Oke, aku akan memaafkan dia asal dia mau memenuhi syarat dariku. 
“Nanti malam kamu harus datang kerumahku tepat jam 08.00 WIB dengan membawa 13 tangkai bungga mawar merah, dan aku mau hanya satu yang asli dan selebihnya adalah mawar palsu,”. Kataku.
“oke, aku akan datang tepat waktu dengan membawa yang kamu mau,” jawabnya, Rama sepertinya yakin bahwa ia akan bisa membawakan itu semua untukku. Namun aku lebih yakin  bahwa Rama pasti tidak akan repot-repot melalukannya. Apalagi saat ini tidak sedang musim tukang bungga, dan aku pastikan akan sangat sulit untuk mendapatkannya dalam waktu yang sesingkat ini.
Sekarang sudah pukul 08.30 WIB Rama tak juga kunjung datang, aku rasa dia memang lebih memilih selingkuhannya yang bernama Ove itu, apa lagi dia lebih cantik dari pada aku, cewek yang masih Sekolah Menegah Pertama itu lebih cocok dengan Rama di banding aku. Dengan keadaan hujan deras seperti ini kemungkinannya sangat kecil seorang Rama akan datang kepadaku. Aku rasa aku memang orang bodoh yang mau percaya dan memberi kesempatan lebih pada Rama.
Tapi akhirnya penantianku malam itu berakhir, aku mendengar suara motor Rama semakin dekat dengan halaman rumahku, iya, dia memang benar-benar Rama yang basah kuyup karena kehujanan.
“ugik,.. coba bukakan pintu, itu sepertinya ada yang datang”, kata mama seraya menyuruhku, padahal aku sudah tau sebenarnya yang datang adalah Rama.
“iya ma, sebentar”,  kemudian aku langsung membuka pintu, tetapi tidak mempersilahkan Rama masuk, Rama yang sedang kedinginan itu hanya aku persilahkan duduk di kursi depan rumahku. Ia datang terlambat karena di bentengi oleh hujan yang deras, awalnya ia memang berencana untuk tidak datang, namun ia teringat oleh janjinya padaku. Sepertinya ia memang tidak sungguh-sungguh mencintaiku, hanya karena hujan saja ia sudah berniat untuk tidak datang, meskipun akhirnya ia tetap menepati janjinya.
“kau menyuruhku datang tepat jam Delapan, tapi aku malah terlambat setengah jam, maafkan aku, dan sekarang aku tidak dapat membawa satu mawar merah yang asli bersama dengan 12 mawar palsu lainya, aku hanya membawa tiga tangkai mawar dan itupun mawar asli semua, ku harap kau maafkan aku”.
Aku hanya diam saat mendengar penjelasannya dan mencoba untuk menahan air mataku, aku tidak mau jika air mataku pecah di depannya. Aku tau bahwa menangis di depannya akan membuat ia semakin merasa di cintai, meskipun sebenarya aku memang menintainya. Aku lebih banyak diam saat itu, rasa kecewaku padanya terlalu besar, tidak ada rasa kasihan padanya meski tubuhnya kedinginan karena baju basah yang menempel di badannya. Untuk melontarkan kata manis saja enggan apalagi menyuguhinya selembar handuk kering untuk membersihkan tubuhnya yang basah.
“mengapa aku harus membawa 13 tangkai mawar merah untukmu? Dan mengapa harus 12 di antaranya adalah mawar palsu dan satu mawar asli? Apakah cinta kita hanya sebatas mawar yang akan segera layu?”
Keheninganku tiba-tiba di pecahkan oleh pertanyaannya padaku dan kemudian aku hanya menjawab “mengapa kamu berkhianat padaku, untuk mencari mawar palsu saja kamu tak sanggup apa lagi untuk menjaga rasa cintaku padamu?”,
Dan sekarang ia menangis meneteskan air mata di depanku, aku sangat tak menyangka hal itu terjadi, tetesan air mata yang ia jatuhkan membuat aku tak ingin menatapnya. Rasanya aku juga ingin menagis, namun tetap aku tahan agar tidak kelihatan lebih lemah darinya.
Kemudian aku menjelaskan apa maksudku menyuruhnya agar membawakan semua mawar itu, sambil sesekali mengusap air matanya ia mendengarkan, “dua belas mawar asli itu adalah mantan kekasih yang pernah aku cintai dulu, dan semua itu hanyalah cinta yang biasa saja, aku tidak mencintai semua orang-orang itu dengan kesungguhan, semua telah menjadi kenangan indah yang tak akan pernah layu, sedangkan mawar asli itu adalah kamu, aku mencintaimu dengan sungguh-sungguh sepenuh hatiku, tapi kini kau telah buat layu bunga yang segar dan harum itu, keindahan cinta telah kau patahkan Rama,aku sangat kecewa padamu, sekarang pulanglah sana, aku telah memaafkanmu tapi tidak akan kembali denganmu. Pergilah bersama Ove, aku rasa dia lebih membutuhkanmu dibanding aku.”.
Rama menjabat tanganku, namun aku melepasnya sambil berkata “jagalah Ove dan cintailah dia, aku tidak akan menggangu hidupmu lagi, dan ku harap kau juga begitu, dan dengar lah Rama sayangku, semoga kau tak akan pernah menyesalkan perbuatanmu”.
Aku tak ingin mendengarkan penjelasan apapun dari mulutnya lagi, setelah itu aku tinggalkan ia masuk ke dalam kamar. Aku melihat dari jendela kamarku, ia meninggalkan halaman rumahku seperti penuh kecewa, gerimis jadi saksi cinta kami yang telah kandas. Aku harus melupakan Rama, harus. Dalam hati kecilku berniat untuk pergi jauh dari hati Rama dan tidak mengingatnya lagi.
Setelah pagi datang, aku segera bergegas untuk berangkat kesekolah, hari itu aku harus tampil sebagai emsi yang ceria, layak seperti tak ada masalah pada diriku, aku menyelesaikan semua tugas dengan sempurna, dan baru ku tau bahwa Rama bukanlah alasan untuk tidak bersemangat hidup bagiku. Dan hidup itu PTHT menurutku, Patah Tumbuh  Hilang Terganti, aku kini belajar dari pengalaman buruk tentang pacaran, aku paham bahwa mencintai orang dengan cara berlebihan tidak akan menuai hasil yang baik, dan seburuk apapun pengalaman kita, itulah yang menjadi guru di masa yang akan datang.
Kemudian beberapa bulan setelah itu aku memutuskan untuk menerima cinta seorang pangeran manis yang bernama Andra, meskipun masih ada luka karena Rama aku akan tetap mencoba mencintai Andra.


By_UGICK
………………………………………..TERIMAKASIH………………………………………......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar