Powered By Blogger

Selasa, 20 Januari 2015

Rahasia 2015 di Balik Cinta



Rahasia 2015 di Balik Ciuman

Hujan terus saja turun dengan serombong butiran air yang datang dari langit gelap, dengan menggendong tas hitamku aku berjalan bagai tak dapat terlihat, malam itu sangat ramai, kota Sumatra di penuhi oleh orang-orang yang sedang merayakan pergantian Tahun. Rabu malam yang indah, sangat indah ku rasa, jutaan lampu warna warninya berkelip-kelip menghiasi akhir malam 2014. Hujan deras yang turun seakan menyambut datangnya Tahun 2015 yang hanya tinggal satu jam lagi.
Aku terus berjalan bersama dengan butiran air hujan dan lampu hias di sana sini, lapangan bundar kota  Sumatra yang tampak indah itu membawa aku ke suatu tempat untuk bernaung. Tempat itu sangat ramai, bangunan yang berbentuk persegi panjang tampa dinding itu di penuhi oleh semua kalangan orang, dari anak bayi yang masih di gendong ibunya, sampai kakek-kakek yang berada di belakangku. Hujan yang deras itu berhasil membasahi baju kaos putih hitam dan celana jeans yang aku pakai, Jaket coklat dan tas hitamku juga ikut basah karena hujan. Rasa dingin yang mendekap di tubuhku seakan tak mau pergi. Sesekali orang-orang melirik ke arahku yang basah dan kedinginan ini, namun orang-orang itu tidak menghiraukan aku karena sebagian besar orang di sana juga merasa kedinginan.
Banyak orang yang melintas di depanku, maklum saja, tempat itu menampung kurang lebih lima ratus orang yang bernaung dari hujan, lalu lalang di depanku tidak membuat aku heran. Ada dua orang  laki-laki berwajah manis berdiri di sampingku, keberadaanya membuat aku merasa tidak nyaman, Tapi hal itu tidak berlangsung lama, dua orang pemuda itu segera beranjak pergi entah kemana. Namun ada hal yang membuat aku semakin merasa tidak nyaman, selain harus menahan rasa dingin, dan ngantuk yang tak berkesudahan aku juga harus menahan cemburu melihat sepasang kekasih yang bermersaan di depanku. Dua orang itu tampak sangat menikmati malam yang kehujanan, tepat sekali berada di depan kedua mataku.
Aku tak tau mereka siapa, melihatnya saja hanya baru sekali dan hanya malam itu. Aku rasa mereka adalah sepasang kekasih yang sudah lama pacaran, dua orang yang sangat dekat dan mesra itu seakan tidak mehiraukan ratusan orang yang ada di sana. Dunia hanya milik mereka saja, yang lain bagai pohon yang hanya goyang saat di tiup angin kencang, sementara mereka adalah sepasang Ratu dan Raja yang ada di bumi. begitulah seumpamanya bagi mereka menurutku saat itu.
Sambil mendengar konser musik yang di gelar di tengah lapangan bundar Sumatra Utara, sesekali aku melirik apa saja yang mereka lakukan serta mendengar setiap kata yang terucap dari perbincagan mereka. Sebenarnya tanpa harus segaja melihat atau sengaja mendengar, aku sangat jelas untuk tau hal itu, bagaimana tidak, mereka berada tepat sekali di depanku dan hanya berjarak kurang lebih 50 cm saja. Aku sangat tau apa yang mereka lakukan di depanku.
Dengan perlahan dan sangat pasti, satu kecupan telah mendarat di pipi cewek berjilbab merah jambu itu. Ciuman itu ia dapat dari sang cowok yang ada bersamanya. Tampa merasa canggung atau segan dengan ratusan orang yang ada di sana pelukan dan kemesraan lain juga mereka pamerkan kepada semua orang. Hanya kurang lebih satu jam mereka berada di depanku, namun sangat banyak kata-kata manis yang keluar dari kedua orang yang sedang bercinta itu. Kadang gombal yang terucap dari mulut indah sang cowok juga di balas oleh sang cewek.
Cewek berjilbab itu seakan menjadikan jilbabnya sebagai tutup dari keburukan dalam hati dan prilakunya. Bagaimana jika aku yang berada di posisinya saat itu, akan sangat malu jika di tonton dengan banyak orang di belakangnya, namun mengapa tidak ada satupun orang yang merespon semua yang dilakukan sepasang remaja itu. Semua orang bagai patung dan saksi bisu cinta mereka. Tidak ada yang memperdulikan apapun yang mereka lakukan. Meski anak-anak sampai orang dewasa.
Malam tahun baru memang indah, puluhan kembang api yang pecah di atas langit bagai tak terkira indahnya, tak lama setelah hujan berhenti pergantian tahun 2014 menjadi 2015 telah datang.  Sepasang kekasih yang sedang bercumbu tak ku hiraukan lagi. Tidak ada yang aku dapat dari mereka, selain malu melihat keduanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar